Pantun Pandemi Covid-19
Pengalaman mengajar selama pandemi Covid-19 ini saya abadikan dalam
pantun-pantun, syair, dan puisi yang bertema “Belajar dari Pandemi Covid-19.”
Semoga bermanfaat.
Kapal karet baru berlabuh
Ke Philipina menjual arang
Sejak Maret duaribu duapuluh
Virus corona dikenal orang
Habis
mandi pakailah celana
Orang Belanda suka sabun cair
Warga bersedih karena corona
Mewabah melanda di tanah air
Pergi ke Banjar beli pelana
Di tengan taman berujak timun
Kita belajar dari corona
Tingkatkan iman kuatkan imun
Lembah Muara tempat berkemah
Ombak pasang tunggu surutnya
Setiap perkara tentu berhikmah
Corona datang cobalah bertanya
Di tengah taman siapkan lahan
Bunga berkuncup sebelum subuh
Cucilah tangan jaga kebersihan
Olah raga cukup sehatkan tubuh
Kain pelana dari Bengkulu
Bahan berminyak serat alami
Virus corona segeralah berlalu
Telah banyak mengajari kami
Beli delima di pasar Kalisat
Kandang kuda gembok dikatup
Dampak corona betapa dahsyat
Resepsi tertunda masjid ditutup
Ke pasar Serang membeli pandan
Beli kurma di kepulauan
Walau sekarang bulan Ramadan
Tarawih di rumah menjadi imbauan
Membeli kurma di pasar Giring
Bungkusnya rapi tertutup magnet
Belajar di rumah bermoda daring
Pakailah HP langganan internet
Beli kapas ke tanah Jawa
Batang berduri berwarna biru
Corona merampas hak-hak siswa
Belajar mandiri jauh dari guru
Kota Bima dekatnya Banjar
Ke Pasar Blega membeli ketupat
Walau di rumah tetaplah belajar
Berkumpul keluarga Ilmu didapat
Kaki berduri kepala bersengat
Pergi ke Makkah berharap syafaat
Belajar mandiri tetaplah semangat
Harap lmumu berkah bermanfaat
Beli timah di Pasar Muncar
Nasi merah berasnya ketan
Belajar di rumah berjalan lancar
Asalkan HP-nya berisi paketan
Daun delima makanan ikan
Menyeberang sungai memakai rakit
Dampak corona dalam pendidikan
Ada yang menyebut kurikulum covid
Ikan gurami asalnya dari Jawa
Buah durian asalnya dari Asahan
Tahun ini siswa lulus istimewa
Tanpa ujian dan tanpa perpisahan
Ke Pasar Kamal membeli ketan
Membeli kentang di kota Flores
Ujian Nasional jadi perdebatan
Corona datang akhirnya beres
Barang lunak bahannya timah
Naik perahu pergi berburu
Hikmahnya anak belajar di rumah
Orang baru tahu perannya guru
Ikan belanak tangkap di sauh
Pergi berburu membawa kelapa
Biar anak belajar jarak jauh
Doa guru tak pernah terlupa
Pergi ke Banjar membeli timah
Pesawat bermesin namanya roket
Guru mengajar cukup di rumah
Berhemat bensin alihkan ke paket
Kasa lunak bahannya sepon
Menjual timah ke pasar Buduran
Ujian anak cukup pakai handphone
Dikerjakan di rumah sambil tiduran
Pergi ke Banjar naik taksi
Mampir ke pasar membeli benang
Guru mengajar harus berinovasi
Biar anak belajar mudah dan senang
Naik pick up pergi ke Muncar
Pohon delima daunnya kering
Paketan cukup tugas kan lancar
Ketika lemah loading tak terkirim
Tujuan ke Giring jalannya lebar
Membeli setip ke Banyuwangi
Mengajar moda daring perlu bersabar
Siswa tak aktif perlu dikunjungi
Beli celana ke Pasar Ambulu
Membeli buah masak sebelah
Semoga corona cepat berlalu
Rindu siswa belajar di sekolah
Ke Pasar Giling membeli nasi
Pergi ke sawah pakai sepatu
Ayo tetap jalin komunikasi
Dengan siswa sepanjang waktu
Ke Jakarta membeli dipan busa
Menulis arsip cukup di papan
Siswa kita harapan bangsa
Menentukan nasib di masa depan
Naik kereta ke Pamekasan
Di bawah lemari beralas jerami
Semoga mereka tak pernah bosan
Belajar mandiri selama pandemi
Tanaman paku daunnya lebar
Membeli celana di toko Berlian
Wahai siswaku tetaplah bersabar
Semoga corona hanya ujian
Berikut ini beberapa
pantun yang terkait dengan pelaksanaan puasa di Bulan Ramadan Era Pandemi
Covid-19. Selamat membaca!
Kota Manila di Philipina
Membeli kasur busa di Minahasa
Ramadan tiba corona belum sirna
Mengubah nuansa bulan puasa
Pohon Buni asalnya Jenewa
Memetik buahnya di saat senja
Tahun ini Ramadan istimewa
Shalat tarawih di rumah saja
Membeli bibit ke Panarukan
Membeli gabah ke Philipina
Tarawih di masjid tak dianjurkan
Demi mencegah penularan corona
Orang Banjar rukun dan ramah
Tanpa pamrih dan bersahaja
Setelah anak belajar di rumah
Kini tarawih dan Ied di rumah saja
Tebing tinggi ke bawah lurah
Bunga katup buatlah jamu
Ramadan sepi kurang gairah
Pintu rumah tutup tiada tamu
Kertas timah bungkusnya jamu
Dua lipatan perekat magnet
Lebaran di rumah tanpa bertamu
Cukup bermaafan lewat internet
Menggelar
tikar saat undangan
Berbaju batik membeli jamu
Pakai masker tanpa jabat tangan
Cara yang terbaik saat bertamu
Anak petani penggembala sapi
Daun suruh buatlah jamu
Idul Fitri sunyi dan sepi
Toples penuh tak ada tamu
Bergembala sapi sambil bernyayi
Awan kelabu menjelang senja
Di rumah sepi di jalan sunyi
Tutup pintu di rumah saja
Pasar hewan dulu di Bangkal
Pasar barang di tengah kota
Wahai kawan sabar dan tawakal
Corona datang menguji kita
Pulau Bali pantainya ramai
Naik kapal ke Pulau Natuna
Bulan Juni saatnya berdamai
Kembali hidup normal ala corona
Cuci pelana di waktu pagi
Membeli madu di toko Bali
Wahai corona segeralah pergi
Kami rindu hidup normal kembali
Batung buni di belantara
Tempat bermain dan berkelana
Pantun ini penghibur lara
Masa pandemi viris corona
Belajar tanpa batas ruang waktu
Asalkan semangat tetap menggebu
Belajar mandiri dibimbing guru
Menggunakan HP dari jarak jauh
Wahai anakku tetaplah bersabar
Janganlah bosan engkau belajar
Di alam maya ilmu terhampar
Hundari virus agar tak terpapar
Corona datang memberikan ujian
Menguji hidap dan kesabaran
Semoga corona bukan kutukan
Atas dosa salah yang kita lakukan
Sejarah mencatat dalam kehidupan
Siswa lulus sekolah tanpa ujian
Nilai rapor dan nilai harian
Menjadi penentu norma lulusan
Selamat jalan siswa kelas sembilan
Jangan putus sekolah, terus
lanjutkan
Carilah sekolah sesuai pilihan
Hingga tercapai yang kau impikan
Tahun ini siswa lulus istimewa
Di tengah pandemi virus melanda
Tanpa perpisahan tanpa acara
Yang penting rapot ijazah tetap ada
Wahai siswaku kelas sembilan
Maaf jika kami ada kesalahan
Semoga salahmu juga dimaafkan
Demi hidupmu di masa depan
Gunakan ilmu yang telah kau dapat
Untuk kebaikan yang bermanfaat
Jangan kau berpaling dan bermaksiat
Agar kau selamat dunia akhirat
Doa gurumu selalu kau harapkan
Mintalah ridha dan keberkahan
Orang tuamu jangan kau lupakan
Mintalah restunya penuh harapan
Jika kelak sukses jangan kau lupa
Jika bertemu gurumu tegur dan sapa
Harta dan jabatan tidak seberapa
Bila pada jasa guru kamu alpa
Hai guru, ayo kita tetap belajar
Ketinggalan kita harus dikejar
Belajar saat tua memang perlu sabar
Tujuan utama agar siswa pintar
Masa pandemi jadikan kesempatan
Mendalami materi untuk persiapan
Ilmu dan amal pasti kita dapatkan
Menuju bahagia di masa depan
Guru bukan hanya memberi tugas
Anak kurang semangat cenderung
malas
Tanpa tatap muka materi terbahas
Agar anak paham, senang, dan puas
Guru garda terdepan pendidikan
Tingkatkan potensi dan ketrampilan
Agar KBM hidup perlu diciptakan
Biar suasana tak membosankan
Sumenep, Masa Pandemi Covid-19
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tulis Komenntar Anda di sini