Sabtu, 12 September 2020

 Pantun Pandemi Covid-19

Pengalaman mengajar selama pandemi Covid-19 ini saya abadikan dalam pantun-pantun, syair, dan puisi yang bertema “Belajar dari Pandemi Covid-19.” Semoga bermanfaat.


Kapal karet baru berlabuh

Ke Philipina menjual arang

Sejak Maret duaribu duapuluh

Virus corona dikenal orang


 

Habis mandi pakailah celana

Orang Belanda suka sabun cair

Warga bersedih karena corona

Mewabah melanda di tanah air

 

Pergi ke Banjar beli pelana

Di tengan taman berujak timun

Kita belajar dari corona

Tingkatkan iman kuatkan imun

 

Lembah Muara tempat berkemah

Ombak pasang tunggu surutnya

Setiap perkara tentu berhikmah

Corona datang cobalah bertanya

 

Di tengah taman siapkan lahan

Bunga berkuncup sebelum subuh

Cucilah tangan jaga kebersihan

Olah raga cukup sehatkan tubuh

 

Kain pelana dari Bengkulu

Bahan berminyak serat alami

Virus corona segeralah berlalu

Telah banyak mengajari kami

 

Beli delima di pasar Kalisat

Kandang kuda gembok dikatup

Dampak corona betapa dahsyat

Resepsi tertunda masjid ditutup


Ke pasar Serang membeli pandan

Beli kurma di kepulauan

Walau sekarang bulan Ramadan

Tarawih di rumah menjadi imbauan

 

Membeli kurma di pasar Giring

Bungkusnya rapi tertutup magnet

Belajar di rumah bermoda daring

Pakailah HP langganan internet

 

Beli kapas ke tanah Jawa

Batang berduri berwarna biru

Corona merampas hak-hak siswa 

Belajar mandiri jauh dari guru

 

Kota Bima dekatnya Banjar

Ke Pasar Blega membeli ketupat

Walau di rumah tetaplah belajar

Berkumpul keluarga Ilmu didapat

 

Kaki berduri kepala bersengat

Pergi ke Makkah berharap syafaat

Belajar mandiri tetaplah semangat

Harap lmumu berkah bermanfaat

 

Beli timah di Pasar Muncar

Nasi merah berasnya ketan

Belajar di rumah berjalan lancar

Asalkan HP-nya berisi paketan

 

Daun delima makanan ikan

Menyeberang sungai memakai rakit

Dampak corona dalam pendidikan

Ada yang menyebut kurikulum covid


Ikan gurami asalnya dari Jawa

Buah durian asalnya dari Asahan

Tahun ini siswa lulus istimewa

Tanpa ujian dan tanpa perpisahan

 

Ke Pasar Kamal membeli ketan

Membeli kentang di kota Flores

Ujian Nasional jadi perdebatan

Corona datang akhirnya beres

 

Barang lunak bahannya timah

Naik perahu pergi berburu

Hikmahnya anak belajar di rumah

Orang baru tahu perannya guru

 

Ikan belanak tangkap di sauh

Pergi berburu membawa kelapa

Biar anak belajar jarak jauh

Doa guru tak pernah terlupa

 

Pergi ke Banjar membeli timah

Pesawat bermesin namanya roket

Guru mengajar cukup di rumah

Berhemat bensin alihkan ke paket

 

Kasa lunak bahannya sepon

Menjual timah ke pasar Buduran

Ujian anak cukup pakai handphone

Dikerjakan di rumah sambil tiduran

 

Pergi ke Banjar naik taksi

Mampir ke pasar membeli benang

Guru mengajar harus berinovasi

Biar anak belajar mudah dan senang


Naik pick up pergi ke Muncar

Pohon delima daunnya kering

Paketan cukup tugas kan lancar

Ketika lemah loading tak terkirim

 

Tujuan ke Giring jalannya lebar

Membeli setip ke Banyuwangi

Mengajar moda daring perlu bersabar

Siswa tak aktif perlu dikunjungi

 

Beli celana ke Pasar Ambulu

Membeli buah masak sebelah

Semoga corona cepat berlalu

Rindu siswa belajar di sekolah

 

Ke Pasar Giling membeli nasi

Pergi ke sawah pakai sepatu

Ayo tetap jalin komunikasi

Dengan siswa sepanjang waktu

 

Ke Jakarta membeli dipan busa

Menulis arsip cukup di papan

Siswa kita harapan bangsa

Menentukan nasib di masa depan

 

Naik kereta ke Pamekasan

Di bawah lemari beralas jerami

Semoga mereka tak pernah bosan

Belajar mandiri selama pandemi

 

Tanaman paku daunnya lebar

Membeli celana di toko Berlian

Wahai siswaku tetaplah bersabar

Semoga corona hanya ujian


Berikut ini beberapa pantun yang terkait dengan pelaksanaan puasa di Bulan Ramadan Era Pandemi Covid-19. Selamat membaca!

 

Kota Manila di Philipina

Membeli kasur busa di Minahasa

Ramadan tiba corona belum sirna

Mengubah nuansa bulan puasa

 

Pohon Buni asalnya Jenewa

Memetik buahnya di saat senja

Tahun ini Ramadan istimewa

Shalat tarawih di rumah saja

 

Membeli bibit ke Panarukan

Membeli gabah ke Philipina

Tarawih di masjid tak dianjurkan

Demi mencegah penularan corona

 

Orang Banjar rukun dan ramah

Tanpa pamrih dan bersahaja

Setelah anak belajar di rumah

Kini tarawih dan Ied di rumah saja

 

Tebing tinggi ke bawah lurah

Bunga katup buatlah jamu

Ramadan sepi kurang gairah

Pintu rumah tutup tiada tamu

 

Kertas timah bungkusnya jamu

Dua lipatan perekat magnet

Lebaran di rumah tanpa bertamu

Cukup bermaafan lewat internet

 Menggelar tikar saat undangan

Berbaju batik membeli jamu

Pakai masker tanpa jabat tangan

Cara yang terbaik saat bertamu

 

Anak petani penggembala sapi

Daun suruh buatlah jamu

Idul Fitri sunyi dan sepi

Toples penuh tak ada tamu

 

Bergembala sapi sambil bernyayi

Awan kelabu menjelang senja

Di rumah sepi di jalan sunyi

Tutup pintu di rumah saja

 

Pasar hewan dulu di Bangkal

Pasar barang di tengah kota

Wahai kawan sabar dan tawakal

Corona datang menguji kita

 

Pulau Bali pantainya ramai

Naik kapal ke Pulau Natuna

Bulan Juni saatnya berdamai

Kembali hidup normal ala corona

 

Cuci pelana di waktu pagi

Membeli madu di toko Bali

Wahai corona segeralah pergi

Kami rindu hidup normal kembali

 

Batung buni di belantara

Tempat bermain dan berkelana

Pantun ini penghibur lara

Masa pandemi viris corona


Belajar tanpa batas ruang waktu

Asalkan semangat tetap menggebu

Belajar mandiri dibimbing guru

Menggunakan HP dari jarak jauh

 

Wahai anakku tetaplah bersabar

Janganlah bosan engkau belajar

Di alam maya ilmu terhampar

Hundari virus agar tak terpapar

 

Corona datang memberikan ujian

Menguji hidap dan kesabaran

Semoga corona bukan kutukan

Atas dosa salah yang kita lakukan

 

Sejarah mencatat dalam kehidupan

Siswa lulus sekolah tanpa ujian

Nilai rapor dan nilai harian

Menjadi penentu norma lulusan

 

Selamat jalan siswa kelas sembilan

Jangan putus sekolah, terus lanjutkan

Carilah sekolah sesuai pilihan

Hingga tercapai yang kau impikan

 

Tahun ini siswa lulus istimewa

Di tengah pandemi virus melanda

Tanpa perpisahan tanpa acara

Yang penting rapot ijazah tetap ada

 

Wahai siswaku kelas sembilan

Maaf jika kami ada kesalahan

Semoga salahmu  juga dimaafkan

Demi hidupmu di masa depan


Gunakan ilmu yang telah kau dapat

Untuk kebaikan yang bermanfaat

Jangan kau berpaling dan bermaksiat

Agar kau selamat dunia akhirat

 

Doa gurumu selalu kau harapkan

Mintalah ridha dan keberkahan

Orang tuamu jangan kau lupakan

Mintalah restunya penuh harapan

 

Jika kelak sukses jangan kau lupa

Jika bertemu gurumu tegur dan sapa

Harta dan jabatan tidak seberapa

Bila pada jasa guru kamu alpa

 

Hai guru, ayo kita tetap belajar

Ketinggalan kita harus dikejar

Belajar saat tua memang perlu sabar

Tujuan utama agar siswa pintar

 

Masa pandemi jadikan kesempatan

Mendalami materi untuk persiapan

Ilmu dan amal pasti kita dapatkan

Menuju bahagia di masa depan

 

Guru bukan hanya memberi tugas

Anak kurang semangat cenderung malas

Tanpa tatap muka materi terbahas

Agar anak paham, senang, dan puas

 

Guru garda terdepan pendidikan

Tingkatkan potensi dan ketrampilan

Agar KBM hidup perlu diciptakan

Biar suasana tak membosankan


                                 Sumenep, Masa Pandemi Covid-19

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulis Komenntar Anda di sini