Mengapa Kita Perlu Menulis
Sebelum membaca artikel berikut, alangkah baiknya kita merenungkan pesan tiga orang tokoh berikut:
1. Umar Ibn Khattab R.A.: Ajarkanlah sastra kepada anak-anak kalian, karena sastra akan mengubah jiwa pengecut menjadi pemberani
2. Imam Ghazali : Jika Anda bukan berasal dari keturunan bangsawan atau orang-orang yang berpengaruh, maka jadilah penulis/pengarang.
3. Pramudya Ananta Toer:
Menulislah kamu, karena jika tidak menulis, maka kamu akan hilang dari sejarah masyarakat. Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Menulis termasuk salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat produktif. Produktif dalam arti penulis secara aktif memproduksi ide yang ada, kemudian dikemas sedemikian rupa sehingga terbentuk sebuah bacaan untuk disampaikan kepada pembaca. Ide-ide (baca: pesan) yang disampaikan oleh penulis akan sampai dan diterima oleh pembaca yang berupa informasi baru. Informasi-informasi tersebut berupa pengalaman hidup, ilmu-ilmu praktis, dan sebagainya yang orang lain juga membutuhkannya. Dapat kita bayangkan jika ide-ide yang ada pada kita tidak tertulis. Berapa ide (pesan) yang hilang begitu saja tanpa bekas. Padahal orang lain juga banyak yang menunggunya.
Pesan yang kita sampaikan dalam
tulisan mungkin tidak harus terlalu penting. Bahkan ide pesan sederhanapun jika
dikemas dan disampaikan dengan hati yang tulus dan ikhlas akan menjadi sesuatu
yang amat penting dan berharga. Terlepas dari pesan yang penting atau tidak,
dalam menyampaikannya, yang perlu kita perhatikan adalah kepada siapa pesan
tersebut akan kita sampaikan (pembaca). Selain itu yang perlu kita perhatikan
adalah tingkat kebutuhan penerima pesan (pembaca). Misal, sekarang ini sedang
mewabahnya virus korona yang penyebarannya sudah mengglobal. Pembaca merasa
sangat perlu mendapatkan informasi tentang informasi yang berkaitan dengan
masalah virus korona tersebut.
Walaupun kita sebagai penulis tidak
tergolong sebagai pihak yang berkompeten di bidang penyakit tersebut, namun
jika kita menyampaikan berdasarkan sumber-sumber data dan informasi yang valid,
maka pesan yang kita sampaikan mungkin akan berharga dan bermakna bagi pembaca
yang membutuhkan informasi tersebut. Sebab, kadang-kadang orang kelewatan
dengan informasi yang disampaikan oleh sumber-sumber tertentu, sehingga dengan
membaca tulisan kita pembaca merasakan bahwa pesan yang kita sampaikan sangat
berharga baginya.
Oleh karena itu, menulis adalah sebuah ladang amal bagi kita dalam rangka berbagi ilmu dan pengalaman dengan orang lain. Tulisan yang kita buat akan menjadi amal jariyah selagi dibaca orang dan orang lain merasa mendapatkan manfaat dari bacaan tersebut.
(JawaMadura, 01 April 2020)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tulis Komenntar Anda di sini