Senin, 31 Agustus 2020

Opini

 

Eksistensi Pesantren dan Dunia Literasi

(Oleh : H. Jamad, M.Pd.)

 

            Dahulu, pondok pesantren oleh sebagian orang diasumsikan sebagai sebuah lembaga yang dijadikan tempat penitipan anak-anak yang nakal atau mereka yang tak mau nurut dengan orang tuanya. Jika seseorang memiliki beberapa anak, maka anak yang paling nakal itu biasanya dititipkan di pondok pesantren. Terlepas dari benar atau salah anggapan itu, yang jelas ketika orang tua mempunyai anak yang dalam kesehariannya sulit diatur, cenderung nakal, sering membandel, biasanya orang tua punya rencana menitipkan anaknya di pondok pesantren. Ketika ditanya orang tentang kelanjutan pendidikan anaknya, mereka mengatakan bahwa anaknya dipondokkan karena nakal, sering keluyuran bersama teman-temannya. Walaupun hal tersebut tidak berlaku umum bagi semua orang tua, mungkin stigma itu hanya terjadi pada orang-orang tertentu yang mungkin karena minimnya informasi tentang pondok pesantren yang mereka ketahui.