Eksistensi
Pesantren dan Dunia Literasi
(Oleh : H.
Jamad, M.Pd.)
Dahulu, pondok pesantren oleh sebagian orang diasumsikan sebagai
sebuah lembaga yang dijadikan tempat penitipan anak-anak yang nakal atau mereka
yang tak mau nurut dengan orang tuanya. Jika seseorang memiliki beberapa anak,
maka anak yang paling nakal itu biasanya dititipkan di pondok pesantren. Terlepas
dari benar atau salah anggapan itu, yang jelas ketika orang tua mempunyai anak
yang dalam kesehariannya sulit diatur, cenderung nakal, sering membandel,
biasanya orang tua punya rencana menitipkan anaknya di pondok pesantren. Ketika
ditanya orang tentang kelanjutan pendidikan anaknya, mereka mengatakan bahwa anaknya
dipondokkan karena nakal, sering keluyuran bersama teman-temannya. Walaupun hal
tersebut tidak berlaku umum bagi semua orang tua, mungkin stigma itu hanya terjadi
pada orang-orang tertentu yang mungkin karena minimnya informasi tentang pondok
pesantren yang mereka ketahui.